Film Funding, Reinvented with Web3.

Investasi film itu high-risk, 9 dari 10 bahkan gagal balik modal. Investor pun harus nunggu bertahun-tahun tanpa kepastian. Tapi gimana kalau modal bisa balik bahkan sebelum film tayang?

Masalah yang Dihadapi Investor Film

Industri film tradisional menghadapi tantangan struktural yang membuat investasi menjadi sangat berisiko dan tidak pasti.

ROI Lambat & Tidak Pasti

Investor harus menunggu bertahun-tahun tanpa kepastian kapan modal akan kembali, bahkan jika film berhasil.

Risiko Besar Tanpa Jaminan

9 dari 10 film gagal mencapai break-even point, meninggalkan investor dengan kerugian total.

Performa Film = Nasib Modal

Seluruh ROI bergantung pada jumlah penonton dan penerimaan pasar yang sangat sulit diprediksi.

Proses Financing Panjang

Proses pembiayaan film memakan waktu lama dengan banyak tahapan, membuat proses produksi tidak efisien.

Apa Itu Web3?

Memahami fondasi teknologi yang mengubah cara kita berinteraksi dengan internet dan ekonomi digital.

Generasi Internet Berbasis Blockchain

Web3 adalah evolusi internet di mana pengguna tidak hanya bisa membaca dan menulis konten, tetapi juga memiliki dan mengontrol data serta aset digital mereka sendiri.

Dengan teknologi blockchain sebagai fondasi, Web3 menghadirkan transparansi penuh, desentralisasi kekuasaan, dan ekonomi token yang memungkinkan setiap partisipan mendapatkan nilai dari kontribusi mereka.

Ini menciptakan ekosistem ekonomi baru yang lebih adil, aman, dan efisien—sempurna untuk mengatasi masalah pembiayaan film tradisional.

Web1

Read Only

Web2

Read & Write

Web3

Read, Write & Own

Ekosistem Ekonomi Web3

Web3 menciptakan berbagai peluang monetisasi yang menghasilkan cashflow konsisten dan transparan, menjadi fondasi model pembiayaan film revolusioner kami.

Staking

Play-to-Earn

Node Operator

Community Building

Crypto Trading

Web3 Engineer

NFT

Smart Contract

Blockchain Auditor

Web3-Backed Movie Financing

Model pembiayaan film tanpa membakar modal investor langsung untuk produksi. Dana dikelola cerdas untuk menghasilkan return yang membiayai produksi secara bertahap.

01

Modal investor tidak langsung digunakan untuk biaya produksi film

02

Dana dikelola di sistem keuangan Web3 seperti staking dan yield farming

03

Hasil perputaran (return bulanan) digunakan untuk mencicil biaya produksi film

Investor
→
Web3
→
Returns
→
Film

Bagaimana Uang Mengalir

Sistem transparan yang memastikan setiap rupiah bekerja optimal untuk investor dan produksi film.

1

Dana Investor

Investor menyetor modal ke rekening Special Purpose Vehicle (SPV) yang transparan dan teraudit.

2

Web3 Platform

Dana diputar di berbagai sistem keuangan Web3 yang aman dan menghasilkan yield konsisten.

3

Cashflow 8-9%/Bulan

Rata-rata imbal hasil bulanan 8-9% yang stabil dari ekosistem Web3 yang terdiversifikasi.

4

Produksi Film

Return dari Web3 digunakan untuk membayar seluruh biaya produksi film secara bertahap.

Keunggulan Model Kami

Tiga pilar utama yang membedakan kami dari pembiayaan film tradisional dan membuat investasi lebih aman dan menguntungkan.

01

Balik Modal Sebelum Tayang

Karena biaya produksi berasal dari hasil perputaran dana di ekosistem Web3, modal investor bisa kembali 100% bahkan sebelum film premiere. Tidak ada lagi menunggu bertahun-tahun untuk melihat ROI.

02

Tidak Bergantung pada Performa Film

Jumlah penonton, rating, atau penerimaan pasar bukan lagi faktor penentu apakah investor akan mendapat ROI. Modal sudah aman dari hasil Web3, sehingga risiko investasi drastis berkurang.

03

Keuntungan Maksimal

Setelah break-even point tercapai sebelum film tayang, semua pendapatan dari box office, streaming, dan distribusi adalah pure profit yang dibagikan kepada investor. Win-win untuk semua pihak.

The Future of Film Funding Starts Here.

Bergabunglah dengan model pembiayaan film yang lebih aman, transparan, dan scalable. Baik Anda seorang investor yang mencari ROI yang pasti atau filmmaker yang ingin fokus berkarya tanpa khawatir soal pendanaan—kami punya solusinya. Mari bersama-sama membangun masa depan industri film Indonesia yang lebih cerah.

Lost Password